Monthly Archives: April 2018

Pria Gay Lebih Berisiko Terkena Kanker Anus

Akhir-akhir ini banyak sekali pembahasan risiko kanker anus pada pelaku homoseksual. Lalu, kenapa pria gay lebih berisiko terkena kanker anus dibandingkan dengan orang lain?

Nah, di sini kami akan coba menjawab pertanyaan di atas. Tentang kenapa pria gay atau homoseksual memiliki risiko lebih besar untuk terkena kanker anus atau anal dibandingkan yang lain. Semoga membantu, ya 🙂

Note : Artikel ini ditulis bukan untuk menyudutkan salah satu pihak. Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi dari sisi medis.

Kenapa Pria Gay Lebih Berisiko Terkena Kanker Anus atau Anal?

Kanker anus atau kanker anal termasuk salah satu penyakit yang cukup langka atau jarang sekali terjadi. Akan tetapi, belakangan ini berdasarkan data yang ada, diketahui terjadi peningkatan kasus pada penyakit kanker anus ini.

Pria Gay Lebih Berisiko Terkena Kanker Anus

Seks anal yang membuat pria gay memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker anus (Copyright/Google Image)

Hal ini tentu saja membuat resah, terutama untuk beberapa kalangan. Ada yang mengaitkan penomena kanker anus ini dengan perilaku menyimpang LGBT, terutama gay atau hubungan sejenis antara laki-laki dengan laki-laki juga.

Namun, benarkah demikian?

Seorang pakar neuropsikolog Ikhsan Gumilar seperti dikutip dari situs doktersehat.com mengatakan, bahwa sebagian besar kasus kanker anus atau anal di negara-negara berkembang di derita oleh pasangan gay yang sering melibatkan anus dalam melakukan hubungan seksual.

Anus sendiri dirancang bukan untuk menerima penetrasi atau untuk kegiatan seksual lainnya. Anus menjadi salah satu jalan keluarnya kotoran atau tinja hasil pengolahan dari ampas makanan.

Yang artinya, terdapat banyak sekali bakteri, virus, kuman, maupun mikroorganisme lainnya yang terdapat di anus. Salah satunya adalah penyebab hepatitis A dan E, termasuk HPV yang menjadi penyebab utama dari kanker anal dan kanker serviks.

Saat anus menerima penetrasi, dinding anus bisa terluka sampai dengan robek. Hal ini karena, anus tidak memiliki kemampuan untuk menghasilkan lubrikasi alami seperti halnya pada vagina. Dengan demikian, bakteri yang berada di anus menjadi lebih mudah untuk masuk ke dalam tubuh Anda melalui luka tersebut.

Maka dari itu, Tidak heran apabila pria gay lebih berisiko terkena kanker anus ini. Karena faktanya, kegiatan seks anal yang lebih sering dilakukan oleh pasangan gay menjadi salah satu penyebab kanker anus paling umum.

Ikhsan juga menambahkan, jika hampir 70-80 persen kasus kanker anus disebabkan oleh kasus-kasus yang berhubungan dengan dubur atau anus.

Bisakah Kanker Anus atau Anal Dicegah?

Setiap penyakit bisa dicegah. Selain dengan menjalani gaya hidup sehat yang meliputi:

  • Konsumsi makanan sehat dan menghindari makanan yang mengandung bahan pengawet
  • Memperbanyak asupan sayur dan buah
  • Mengelola stres
  • Istirahat yang cukup dan jangan sering begadang
  • Rajin olahraga
  • Melakukan medical check-up secara berkala, termasuk memeriksakan kesehatan anus Anda
  • Menghindari penyebab kanker anus dan juga faktor risikonya

Bagi Anda yang terlanjur terkena kanker anus, jangan putus asa! Dengan penanganan yang tepat, Anda masih memiliki peluang untuk sembuh.

Untuk pengobatan secara alami, Anda bisa menggunakan Walatra Zedoril 7 ( ORIL ) sebagai solusinya. Dibuat dari bahan-bahan alami yang aman untuk dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping, seperti: Daun sirsak, kulit manggis, dan daun sirih merah.

Untuk khasiat dan informasi lebih lengkapnya, Anda bisa baca di sini : Pengobatan Alami Kanker Anus.

Demikian informasi di atas kami sampaikan. Semoga, artikel ini bisa menjawab pertanyaan Anda tentang kenapa pria gay lebih berisiko terkena kanker anus bisa dibandingkan dengan pria heteroseksual.

SALAM SEHAT

Pria Gay Lebih Berisiko Terkena Kanker Anus

02 Apr 2018